
Demo yang dilakukan pecinta dunia sepakbola Indonesia di beberapa wilayah, Rabu (23/02/2011), menguak beberapa fakta baru tentang kepemimpinan Nurdin Halid di PSSI. Fakta tersebut berupa tudingan Mafioso kepada bakal calon asal Makassar tersebut.
Berdasarkan berita yang dilansir dari Antara.com, tudingan tersebut disampaikan para pendemo di Pontianak, Kalbar. Ami Aziz, mantan pemain Persipon, mengatakan klub yang masuk divisi satu dan divisi utama dimintai uang oleh pengurus PSSI. Hal itu disampaikannya usai melakukan unjuk rasa menolak pencalonan kembali Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI di Bundaran Tugu Digulis, Pontianak.
Menurut Aziz, besarnya uang yang dimintai tersebut berkisar antara Rp 1 hingga 5 Milyar. Tergantung, mau masuk ke divisi mana. Benarkah praktik seperti itu terjadi di tubuh PSSI selama Nurdin memimpin????
Jauh hari sebelum unjuk rasa ini berlangsung, kabar kebobrokan PSSI santer beredar di masyarakat melalui pemberitaan media massa. Mungkin ada yang masih ingat mengenai isi surat yang ditulis oleh seseorang dengan identitas palsu bernama Eli Cohen awal Februari lalu. Dalam surat itu, Cohen yang diambil dari nama seorang agen rahasia Mossad, Israel, mengungkap adanya dua oknum pengurus PSSI yang terlibat dalam skandal suap dalam final piala AFF, ketika Tim Garuda berlaga di Stadion Bukit Djalil, Malaysia.
Berita tersebut langsung menjadi buah bibir di tubuh PSSI dan pecinta sepakbola Indonesia. Siapakah oknum yang dimaksudkan tersebut? Apakah Nurdin dan seorang rekannya?
Mungkin saja benar. Mengingat, Nurdin pernah dikabarkan menerima kucuran dana Rp 100 juta dana hasil korupsi APBD Kota Samarinda, Kaltim. Dana tersebut diberikan oleh mantan General Manager Persisam Putra Samarinda, Aidil Fitri. Rekan Nurdin di PSSI yang dikabarkan ikut merasakan uang tersebut adalah Presiden Direktur PT Liga Indonesia, Andi Darussalam. Jumlah uang yang diterimanya sebesar Rp 80 juta.
Meski dalam kondisi penolakan membabi-buta, Nurdin rupanya tak punya rasa malu untuk mundur. Bersama dengan Nirwan Bakrie, Nurdin melenggang ke bursa pemilihan ketua umum PSSI. Padahal, seperti yang diketahui oleh orang kebanyakan, Bakrie merupakan sumber terjadinya malapetaka di dunia persepakbolaan Indoensia pada perhelatan final AFF lalu. Jamuan tak penting dari Aburizal Bakrie, menjadi agenda yang didahulukan oleh PSSI. Semua timnas Garuda, kelelahan mengikuti pertemuan ini dan itu.Nurdin seolah menjadi boneka hidup yang bisa digerakkan Ical semau gue.
Kalau benar apa yang dituduhkan tersebut dilakukan oleh Nurdin, wajar saja demo besar-besaran untuk menuntut dirinya mundur dilakukan oleh semua pecinta sepakbola. Sudah lama Nurdin menjadi boneka Ical di PSSI. Harus ada reformasi dan perubahan di tubuh PSSI. Agar, timnas Garuda bisa selalu mendulang prestasi.
{ 0 comments... read them below or add one }
Posting Komentar
Mengatakan...