Google+ Hadapi Jalan Terjal Saingi Facebook

Posted by :campuran



Kurang lebih dua bulan, Google telah meluncurkan jejaring sosial terbarunya guna menyaingi jejaring sosial yang ada. Persaingan di Silicon Valley itu kini makin panas.

Google+ diluncurkan Juni lalu dengan bekal video chat kelompok inovatif yang dilujuluki Hangout. Sepekan kemudian, Facebook meluncurkan fitur chat video hasil kerjasamanya dengan Skype milik Microsoft.

Pekan lalu, Google mengumumkan, game seperti Zynga Poker dan Angry Birds akan memiliki rumahnya sendiri di Google+. Sehari kemudian, Facebook mengungkap beberapa peningkatan pada platform game miliknya.

Termasuk, newsfeed yang diperbarui secara langsung bersamaan perburuan game serta game dengan resolusi yang lebih tinggi. Jika sebelumnya semua hal ini masih belum jelas, kini semuanya menjadi jelas.

CEO dan Pendiri Facebook Mark Zuckerberg benar-benar memperhitungkan hal ini. Pada acara pekan lalu, direktur kemitraan game Facebook Sean Ryan mengatakan memiliki beberapa pilihan untuk pesaing barunya.

“Google telah meniru aspek dari sistem kami dan kami harus melakukannya dengan lebih baik,” katanya. Perkataannya mengacu pada cara perusahaannya mendapat uang dari game online kasual, seperti ‘Farmville’ dan ‘Words With Friends’.

Pemain membayar untuk waktu bermain atau barang virtual dalam game, dan jejaring sosial mengambil bagian dari penjualan itu. Saat ini, Facebook dilaporkan mengambil 30% keuntungan dari pengembang game, sedangkan Google hanya mengambil 5%.

Kesamaan antara dua model ini jelas sangat menggelitik. Di acara tersebut, Ryan dari Facebook berpendapat, game yang ada di Google seperti McDonald yang berupaya keras menawarkan kopi premium untuk menyaingi Starbucks.

“Google hanya mengambil 5% karena mereka tak memiliki pengguna,” ujarnya datar. Pihak Google menolak mengomentari laporan ini, namun menegaskan persentase itu memang masuk rencana yang diambil dari pembuat game.

Ada alasan baik bagi dua raksasa teknologi ini melihat game sebagai garda depan baru dalam pergumulan pengguna sosial. Pasar barang virtual global yang diklaim menjadi aliran pendapatan terbesar para pembuat game kasual diperkirakan akan berlipat ganda.

Jumlahnya akan mencapai US$20,3 miliar (Rp173,2 triliun) pada 2014 sesuai penelitian dan investasi bank ThinkEquity. Analis utama Altimeter Group Yeremia Owyang mencatat, hal ini juga menjadi cara mencapai demografis yang didambakan.

“Saat kami melihat pertumbuhan game kasual, menakjubkan sekali melihat gamer pada umumnya merupakan seorang wanita setengah baya dari Midwest, dan ada banyak dolar iklan terkait hal itu,” katanya.

Namun menurut Owyang, kedua layanan ini cocok dengan kedua perusahaan ini. Google+ diawali dengan awal yang baik, namun ia tak memikirkan adanya alasan kuat untuk pengguna utama agar mau beralih dari Facebook.

Inilah alasan mengapa perusahaan itu mengumumkan akan ‘bekerja’ pada game kasual untuk menarik pengguna baru. Sementara itu, Facebook perlu lebih santai pada pengumuman Google+ dan menjadi lebih agresif, ujarnya.

Dengan perkiraan pengguna yang mencapai 25 juta, Google+ masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh hingga sampai pada titik Facebook yang memiliki 750 juta pengguna. Di sisi lain, terdapat sejuta pengguna aktif bulanan bermain game di Facebook. Satu hal jelas, kedua perusahaan ini akan terus saling mengawasi pergerakan masing-masing.

Pembaca Kami Juga Membaca:



{ 0 comments... read them below or add one }

Posting Komentar

Mengatakan...