Tampilkan postingan dengan label facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label facebook. Tampilkan semua postingan

Facebook Luncurkan Mesin Pencari "Graph Search"

Posted by :campuran


Dalam sebuah acara besar pertama mereka semenjak pengumuman penawaran saham perdana (IPO) pada Mei 2012, Facebook mengumumkan produk terbaru mereka yang disebut Graph Search, Rabu (16/1/2013).

Graph Search, senada dengan namanya, merupakan sebuah produk layanan pencarian (search engine). Namun, Mark Zuckerberg, CEO sekaligus pendiri Facebook, dengan tegas menyatakan bahwa produk ini berbeda jauh dari layanan pencarian yang dimiliki Google.

"Web search (layanan pencarian seperti Google) didesain untuk mencari query yang terbuka dan memberikan Anda tautan ke jawaban yang mungkin benar," kata Zuckerberg.

"Graph Chart didesain untuk melakukan pencarian query yang tepat dan memberikan Anda jawabannya ketimbang memberikan tautan yang mungkin menyediakan jawabannya," tutur Zuckerberg.

Sebagai contoh, para pengguna bisa meminta Graph Search mencari dengan query seperti "Siapa teman saya yang tinggal di Jakarta?". Secara otomatis, sistem akan mencari jawaban pertanyaan tersebut dari miliaran data di basis data Facebook, bukan dari tempat lain.

Para pengguna juga dapat melakukan pencarian dari pertanyaan spesifik, seperti "Siapa saja orang yang tinggal di Indonesia?" atau "Rumah makan apa saja yang terdapat di Jakarta?".

Bahkan, para pengguna layanan ini dapat memberi pertanyaan berdasarkan minat seperti "Siapa teman saya yang merupakan penggemar Star Wars dan Harry Potter?".

Selain itu, pengguna juga dapat memanfaatkan Graph Search untuk kegiatan perekrutan karyawan. Sebagai contoh, jika pengguna ingin mencari seorang akuntan baru, pengguna dapat mengetikkan pertanyaan "Siapa yang berprofesi akuntan di Jakarta?".

Dikutip dari Tech Crunch, Rabu (16/1/2013), Graph Search baru masuk ke tahap beta secara terbatas mulai hari ini.

"Kami akan memulai secara terbatas layanan dari produk Graph Search saat ini, tetapi ini akan dimulai dengan tidak terlalu cepat. Kami perlu mendapatkan data dari orang yang menggunakannya, jadi kami bisa membuat data yang lebih baik. Namun, kami ingin menghadirkan layanan lebih banyak orang dalam beberapa minggu atau bulan mendatang," kata Zuckerberg.
More aboutFacebook Luncurkan Mesin Pencari "Graph Search"

Ngobrol dengan Mark Zuckerberg dikenai Tarif?

Posted by :campuran


Ingin mengirim pesan Facebook ke Mark Zuckerberg? Bayarlah 100 dollar AS atau sekitar Rp 960.000, maka pesan Anda tak akan "terbuang" di folder "Other" akun pendiri situs jejaring sosial itu.

Hal tersebut ditemukan oleh Mashable, yang mencoba mengirim pesan ke Zuckerberg, Kamis (10/1/2013) kemarin. Biaya itu dilaporkan hanya akan muncul jika pengguna Facebook yang bersangkutan tak terdaftar sebagai salah satu teman Zuckerberg yang berjumlah sekitar 16 juta orang.

Biaya yang dikenakan Facebook itu mirip dengan konsep "pay-to-message" seharga 1 dollar AS yang telah coba diterapkan selama beberapa bulan. Facebook menyatakan bakal menerapkan harga dalam jumlah berbeda. Agaknya hal tersebut mulai menjadi kenyataan.




Pay-to-message kali pertama diumumkan Facebook pada Desember 2012 lalu sebagai "eksperimen". Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengirim pesan ke pengguna lain meskipun tidak memiliki hubungan pertemanan dengan orang yang bersangkutan.

Pada bulan yang sama, sejumlah pengguna melaporkan bahwa Facebook menarik bayaran 100 dollar AS untuk menggunakan jasa message. Kini sudah jelas bahwa biaya itu dikenakan untuk pengguna yang berminat mengirim pesan ke pendiri Facebook.

Folder "Other" sendiri adalah tempat untuk pesan-pesan yang tidak bersifat penting (urgent). Folder ini memicu kontroversi karena banyak pengguna tidak menyadari keberadaannya dan sering kali menyembunyikan pesan yang sebenarnya penting.

Apa alasan Facebook menerapkan biaya tinggi untuk mengirim pesan ke Zuckerberg itu? Seorang juru bicara menjelaskan bahwa situs jejaring sosial tersebut sedang "menguji level harga ekstrem untuk menyaring spam".



More aboutNgobrol dengan Mark Zuckerberg dikenai Tarif?

Facebook Kembali Desak Karyawannya Beralih ke Android

Posted by :campuran



Pihak Facebook kembali mendesak para karyawannya untuk beralih menggunakan perangkat Android. Seperti apa?

Seperti dilansir dari Mashable, sebelumnya Facebook pernah meminta para karyawannya untuk beralih menggunakan perangkat dari iOS ke Android, sehingga celah-celah bug d i sistem dapat segera bisa ditangani.

Kini beredar lagi foto-foto di internet, yang semakin mempertegas pernyataan di atas; menyuruh parah karyawannya untuk segera beralih ke perangkat Android, dengan menggunakan slogan 'Droidfooding'.

Selain itu, poster himbauan tersebut juga memaparkan data dari International Data Corporation yang menggambarkan bahwa pada tahun 2016 perangkat Android penjualannya akan mengalahkan perangkat iOS.
More aboutFacebook Kembali Desak Karyawannya Beralih ke Android

Wow, Facebook Diserbu Gambar-gambar Porno

Posted by :campuran


Facebook mendapat serangan dari peretas dan membuat jejaring sosial itu dibanjiri gambar-gambar gambar porno dan hewan dimutilasi.

Serangan yang terjadi pada Selasa lalu itu membuat Facebook menyebarkan gambar-gambar yang tak menyenangkan tersebut. Serangan pertama disebutkan terjadi pada beberapa hari sebelumnya dan menjadi kian parah hingga membuat pengguna marah dan merasa jijik.

Serangan ini dilaporkan berawal dari bahan yang disebarkan melalui ‘virus linkspam’ yang muncul sebagai tautan cerita. Sekali diklik, newsfeed pengguna akan berubah menjadi torrent gambar porno dan berdarah yang tak bisa dihentikan.

Firma keamanan internet Sophos mengatakan, bahan tersebut telah membanjiri jejaring sosial terbesar dunia selama 24 jam lebih dan konsekuensinya, Facebook akan kehilangan penggunanya.

Pihak Facebook mengklaim telah mengetahui serangan ini dan sebagian besar konten porno telah dihapus.

Source: CNN
More aboutWow, Facebook Diserbu Gambar-gambar Porno

Inna lillahi.. Pendiri Pesaing Facebook Meninggal di Usia Muda

Posted by :campuran


Salah satu pendiri Diaspora, situs jejaring sosial yang masih berusia muda, Ilya Zhitomirskiy, meninggal dunia di usia 22 tahun.

Kabar duka ini mulai beredar sejak tadi malam, yang menyebut bahwa satu dari empat pendiri Diaspora, Ilya Zhitomirskiy, telah meninggal dunia.

Sampai saat ini penyebab kematian Zhitomirskiy masih belum dikonfirmasi. Banyak pihak yang menyayangkan kematiannya, melihat dari usia yang masih sangat muda, yakni 22 tahun.

Diaspora diluncurkan sejak akhir tahun 2010, oleh empat orang mahasiswa New York University, yang salah satunya adalah Zhitomirskiy.

Situs yang disebut banyak mirip dengan Facebook ini, sejak tahun lalu banyak melakukan usaha demi menarik dana dari para investor. Sayang kematian salah satu co-founder nya ini bisa mempengaruhi secara keseluruhan Diaspora itu sendiri.

Source: TechCrunch
More aboutInna lillahi.. Pendiri Pesaing Facebook Meninggal di Usia Muda

Cowok Lebih Gampang Ditipu Via Facebook

Posted by :campuran


Masih segar di ingatan mengenai kisah Umar, warga Jatiasih, Bekasi, yang baru menyadari bahwa 'Icha' yang telah dinikahinya selama enam bulan ternyata seorang pria bernama asli Rahmat Sulistyo. Awalnya, Umar terjerat oleh foto Rahmat di Facebook yang menyerupai wanita tulen. Dan ternyata, menurut riset terbaru, foto wanita cantik memang merupakan kelemahan pria yang dapat berujung pada penipuan via Facebook.

Riset ini dilakukan oleh perusahaan antivirus Bitdefender yang melakukan survei terhadap 1.649 pengguna Internet di Amerika dan Inggris. Dari riset ini ditemukan bahwa ternyata pria lebih gampang menerima teman baru dibandingkan wanita.

Dilansir dari Daily Mail, 64,2 persen dari wanita selalu menolak permintaan pertemanan dari orang asing, sementara sebesar 55,4 persen pria melakukannya. Alasannya ternyata mudah ditebak, pria gampang terpancing menerima pertemanan bila yang mengirim permohonan tersebut adalah wanita yang menarik dan hal sebaliknya terjadi pada wanita.

Bitdefender menyebutkan bahwa satu kali saja pengguna memberikan informasi bersifat pribadi, maka ia akan rentan menjadi korban kejahatan cyber.

Pria ternyata juga lebih longgar dalam urusan berbagi informasi pribadi dalam jejaring sosial. Seperempat dari pria mengizinkan orang asing untuk melihat informasi pada akun mereka, sementara hanya 16 persen wanita melakukan hal yang sama. Lebih-lebih lagi, ternyata pria cenderung mengabaikan dan tidak membaca kebijakan privasi.

Sementara itu, dalam hal berbagi lokasi, ternyata pria dan wanita hampir sebanding dalam melakukannya, yaitu 25,6 persen pada pria dan 21,8 persen pada wanita.

George Petre dari Bitdefender menyebutkan bahwa sifat lebih waspada yang ditunjukkan oleh wanita ini tidak hanya ditunjukkan semata dalam Facebook atau jejaring sosial. "Wanita telah belajar dari Internet secara umum untuk waspada pada lelaki asing," ujarnya.
More aboutCowok Lebih Gampang Ditipu Via Facebook

Facebook-an Lebih Penting dari Besaran Gaji

Posted by :campuran


Berjejaring sosial facebook kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Terutama bagi anak muda yang melek teknologi dan gemar berjejaring sosial, menggunakan Facebook dan Twitter, misalnya, tentu menjadi santapan wajib setiap saat.

Nah, aktivitas di ranah media sosial ini juga menjadi salah satu pertimbangan para profesional muda dan mahasiswa dalam bekerja dan mencari atau membuka lapangan pekerjaan.

Survei Cisco Connected World Technology Report tahun 2011 menunjukkan minat para profesional muda dan mahasiswa terhadap penggunaan sosial media, perangkat mobile, dan Internet, yang lebih bebas di tempat kerja, dapat mempengaruhi pilihan pekerjaan, bahkan lebih penting ketimbang besaran gaji yang diterima.

"Ini membuktikan bahwa angkatan kerja generasi berikutnya dan tuntutannya terhadap teknologi akan mempengaruhi pemilihan kerja, perekrutan, dan keseimbangan kehidupan kerja dan personal," kata Sujai Hajela, Vice President and General Manager Wireless Networking Business Unit Cisco, dalam keterangan tertulisnya.

Menurut dia, pilihan angkatan kerja terhadap keleluasaan mengakses Internet bukan lagi menjadi tren teknologi, melainkan sudah menjadi tren bisnis.

"Tinggal bagaimana perusahaan menjawab tuntutan ini guna meningkatkan daya saing dan strategi sumber daya manusia," ujarnya.

Dalam penelitian tersebut, Cisco mensurvei lebih dari 2.800 mahasiswa dan profesional muda di 14 negara.

Berikut ini beberapa temuan yang dihasilkan studi Cisco Connected World Technology Report.

  • Satu dari tiga mahasiswa dan profesional muda berusia di bawah 30 tahun (33 persen) memprioritaskan kebebasan menggunakan sosial media, fleksibilitas pemakaian perangkat, dan dapat bekerja secara mobile di atas gaji yang diterima. Temuan ini memperlihatkan ekspektasi dan prioritas dari angkatan kerja generasi berikutnya tidak hanya mengenai uang.
  • Sebanyak 40 persen mahasiswa dan 45 persen profesional muda mengatakan mereka bersedia menerima pekerjaan dengan gaji lebih rendah, tapi mendapatkan fleksibilitas sehubungan dengan penggunaan perangkat dalam bekerja, akses ke sosial media, dan dapat bekerja secara mobile, dibandingkan dengan pekerjaan yang menawarkan gaji lebih tinggi tetapi memberikan lebih sedikit fleksibilitas.
  • Lebih dari setengah mahasiswa yang disurvei mengatakan jika mereka bertemu dengan perusahaan yang melarang penggunaan sosial media, mereka tidak akan mengambil pekerjaan terebut.
  • Dua dari tiga mahasiswa mengatakan mereka berencana untuk menanyakan kebijakan perusahaan mengenai penggunaan sosial media saat mereka diwawancara.
  • Tiga dari empat karyawan memiliki lebih dari satu perangkat, seperti laptop dan smartphone atau beberapa telepon dan komputer.
  • Sekarang ini sebesar 57 persen karyawan dapat terkoneksi ke jaringan perusahaan dari luar kantor.
  • Lebih dari setengah mahasiswa dan karyawan ingin mengakses informasi perusahaan melalui jaringan perusahaan menggunakan komputer di rumah dan perangkat mobile.
More aboutFacebook-an Lebih Penting dari Besaran Gaji

Wah, CIA Memata-matai 5 Juta Tweet Per Hari

Posted by :campuran


Sebuah gedung yang terletak di sudut kawasan industri di Virginia, Amerika Serikat, diam-diam memonitor dinamika daring di seluruh dunia. Inilah salah satu markas Central Intelligence Agency (CIA) yang disebut Open Source Center.

Lembaga ini bertanggung jawab memonitor sekitar 5 juta tweet per hari termasuk dinamika di Facebook, koran, saluran TV berita, kolom komentar di internet, dan apapun yang dapat diakses secara terbuka di seluruh dunia. Dari lembaga ini, Amerika membaca opini dunia mengenai berbagai hal aktual yang terjadi, seperti penyerangan SEAL yang berakibat terbunuhnya Osama bin Laden, atau juga kondisi negara Timur Tengah.

"Kami telah memprediksi bahwa di negara seperti Mesir, sosial media dapat menjadi pengubah keadaan dan menjadi ancaman bagi rezim yang sedang berkuasa," ujar Doug Naquin, Director Open Source Center, seperti dilaporkan secara eksklusif Associated Press yang dimuat Yahoo News, Jumat, 4 November 2011. Selain itu jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter dapat menjadi sumber informasi dari suatu krisis yang bergerak secara cepat, seperti kerusuhan di Bangkok, Thailand, pada pertengahan tahun lalu.

Naquin mengakui media sosial yang diakses melalui perangkat komputer dan jaringan internet baru merepresentasikan sebagian kecil dari populasi yang mereka monitor. Namun, penetrasi media sosial melalui telepon seluler tumbuh yang di wilayah seperti Afrika, bisa memberikan jangkauan populasi yang lebih luas dari sebelumnya.

Pusat lembaga ini berada di Virginia, namun analis lembaga ini berada seluruh kantor kedutaan Amerika di seluruh dunia, agar berada lebih dekat dengan subyek mereka. Lembaga ini mulai fokus memonitor media sosial setelah Twitter berhasil mengguncang Iran pada 2009, di mana ribuan orang melakukan protes terhadap hasil pemilu yang mengantarkan Mahmoud Ahmadinejad kembali ke kursi presiden.

Naquin bercerita bahwa analis yang paling sukses memiliki cara kerja yang mirip seperti Lisbeth Salander, tokoh utama wanita dalam The Girl With Dragon Tattoo, yang bekerja sebagai peretas dan memiliki pengetahuan untuk mengumpulkan data-data yang tidak diketahui orang. Sementara itu ahli bahasa dan kepustakaan yang menguasai banyak bahasa juga dipandang sebagai tenaga yang berharga di lembaga ini.
More aboutWah, CIA Memata-matai 5 Juta Tweet Per Hari

Wah, Facebook Berencana Bangun Server Dekat Kutub

Posted by :campuran


Facebook berencana membangun sebuah server baru yang akan cukup cool. Bukan cool dalam artian keren, melainkan dingin karena server baru ini akan dibangun 60 mil atau sekitar 96,5 kilometer dari Kutub Utara.

Dilansir dari Telegraph, ladang server ini akan dibangun di Lulea, yang terletak di Swedia bagian utara. Ini adalah langkah pertama Facebook membangun ladang server di luar Amerika Serikat.

Saat ini, ladang server yang dimiliki raksasa jejaring sosial ini berada di California, Virginia, dan Oregon, serta satu lagi yang sedang dibangun di North Carolina.

"Iklim di Lulea memungkinkan mereka untuk mengandalkan udara saja untuk mendinginkan server," ujar Mats Engman, Chief Executive Aurorum Science Park.

Ia menambahkan, sejak 1961, temperatur di tempat ini tidak pernah melebihi 30 derajat Celsius selama lebih dari 24 jam. "Kalau dirata-rata, suhunya sekitar 2 derajat Celsius," ujarnya.

Dilansir dari CNET, berdekatan dengan lokasi ini, terdapat Sungai Lulea yang dapat menghasilkan listrik tenaga air dengan kekuatan dua kali lipat dari Bendungan Hoover, yang akan menjadi sumber energi ladang server ini.

Facebook membenarkan kabar tersebut. "Kami (Facebook) memiliki lebih banyak pengguna di luar Amerika Serikat. Ini adalah waktunya kami berekspansi ke Eropa," ujar Tom Furlong, Direktur Site Operations Facebook, seperti dikutip dari Associated Press, yang dimuat dalam Yahoo News.

Ia mengatakan bahwa pengguna Facebook di Eropa akan mendapatkan performa yang lebih baik karena pusat data berada dekat dengan mereka.

Data center di Lulea ini luasnya mencapai 28 ribu meter persegi dan membutuhkan listrik sebesar 120 megawatt yang semuanya berasal dari tenaga air. Rencananya, server ini akan selesai dibangun tahun 2014.

Meskipun Facebook tutup mulut mengenai besaran investasi yang ditanamkan di Swedia, sumber AP di pemerintahan Lulea memberi bocoran bahwa proyek konstruksi ini nilainya kurang lebih US$ 760 juta.

Pengadaan fasilitas pendingin untuk server memang menjadi salah satu komponen pembiayaan paling besar dalam divisi IT di suatu perusahaan. Tak mengherankan kalau beberapa perusahaan teknologi tertarik membangun server di daerah beriklim dingin untuk mengurangi beban biaya.

Google, misalnya, membangun ladang server di Hamina, Finlandia, pada 2009. Sementara itu, Microsoft pada 2007 juga hendak membangun ladang server di Siberia, namun hingga hari ini tidak ada kelanjutan dari rencana tersebut.
More aboutWah, Facebook Berencana Bangun Server Dekat Kutub

Facebook Dibuka Rata-rata 23 Kali per Bulan

Posted by :campuran


Lembaga riset independen subsidiari Ipsos SA, mengeluarkan hasil risetnya yang menyebutkan bahwa pengguna Facebook di Indonesia rata-rata mengunjungi situs tersebut 23 kali dalam sebulan.
Ipsos juga menyatakan mereka menghabiskan 5,5 jam dalam sebulan untuk memelototi situs jejaring sosial tersebut. Sementara itu sebanyak lima juta pengguna di Indonesia memeriksa akunnya tiap hari.

Adapun untuk Twitter, 4,5 juta orang Indonesia sudah menggunakan situs microbloging ini dan menjadikan Indonesia sebagai negara terbesar ketiga pengguna Twitter.

Ipsos menyebutkan bahwa pertumbuhan media sosial di Indonesia sangat berkembang. Lebih dari setengah pengguna internet di Indonesia terlibat dalam aktivitas jejaring sosial.

Media sosial juga memiliki dampak khusus pada periklanan karena dipandang sebagai sebuah cara baru dalam beriklan. Ipsos menyebutkan bahwa jalan terbaik melibatkan konsumen pada sebuah produk adalah melalui media sosial, misalnya pengguna dapat berbagi pengalaman menggunakan satu produk dalam jejaring sosialnya.

Metode pencarian search juga merupakan salah satu format iklan dengan pertumbuhan tercepat, mencapai US$ 7,3 miliar pada semester pertama 2011 di seluruh dunia.

Ipsos mengatakan hal ini juga merupakan peluang besar di Indonesia, mengingat 85 persen pengguna internet Indonesia menggunakan mesin pencari untuk mencari informasi mengenai suatu produk.
More aboutFacebook Dibuka Rata-rata 23 Kali per Bulan

Mencari Rezeki di Situs Chime.in

Posted by :campuran


Selama ini Facebook mendapat miliaran dolar dari jualan iklan di samping konten dengan unggahan 800 juta anggotanya. Sementara penggunanya tak mendapat sepeser pun. Kini Anda juga bisa ‘menambang’ uang.

Ini merupakan pengaturan yang meluas di banyak situs jejaring sosial terbesar. Namun pengusaha Bill Gross berencana mengubahnya. CEO UberMedia yang memiliki beberapa aplikasi jejaring sosial populer itu meluncurkan situs sosial media baru, Chime.in.

Situs itu secara efektif akan membayar pengguna yang berkontribusi di dalamnya. Situs ini memungkinkan individu mengirim foto, tautan, video dan teks dalam dua ribu karakter ‘lonceng’ yang akan memberi pengguna 50% pendapatan dari menjual iklan di laman profil pengguna.

Individu atau merek yang menjual bisa menyimpan semua hasilnya dari iklan. “Akhirnya, minat pencipta konten diselaraskan dengan kepentingan penerbit karena mereka akan mendapat sesuatu atas kerja kerasnya,” kata Gross.

Sebagian besar situs jejaring sosial baru mencoba memikat pengguna menjauhi pesaingnya dengan janji tunjangan yang lebih baik dan fitur lebih maju. Namun Chime.in menggunakan uang tunai untuk memastikan ‘orang punya saham saat menginvestasikan waktunya pada situs ini’.

Insentif fiskal ini berupaya mengatasi masalah yang melekat di tiap sosial media baru, yakni cara menarik pengguna. “Kami mengandalkan upaya jutaan orang untuk mendorong trafik kami,” katanya memaparkan strategi pertumbuhan usaha barunya.

“Kita akan memiliki komunitas yang besar yang dikuratori orang-orang kuat dan mereka akan mengarahkan trafik pada kami dan kami tak perlu mendorong trafik kami sendiri karena orang akan menyadari ada nilai ekonomi disini,” lanjutnya.

Hal serupa bisa ditemui pada YouTube yang ingin meningkatkan kualitas videonya. Situs berbagi video itu menerapkan strategi pembagian pendapatan serupa pada pengguna yang mengunggah konten populer. Meski strategi semacam ini seperti berjudi, Gross yakin uang akan meningkatkan kualitas konten Chime.in.

“Bila uang terlibat, Anda akan mendapat tingkat keseriusan yang tak muncul saat tak melibatkan uang,” katanya. Chime.in juga menawarkan solusi bagi mereka yang belum mengetahui cara memanfaatkan ‘likes’ Facebook atau pengikut Twitter untuk meningkatkan mereknya.

Sejauh ini, Disney, E! Entertainment, Universal Pictures dan Bravo TV telah mendaftar Chime.in untuk membuat laman bermerek mereka sendiri yang akhirnya bisa digunakan menghasilkan keuntungan.

“Selebriti, studio film, acara TV dan perusahaan penerbitan akan membuat laman di sini karena tak seperti laman Facebook, mereka bisa mencapai monetisasi berdekatan dengan konten itu sendiri, tak hanya melalui tautan dan tak semua orang mengikuti tautan yang diunggah di Facebook,” papar Gross.

Gross mengklaim, Chime.in akan berkembang lebih lanjut sebagai situs media sosial yang sudah ada dengan menawarkan desain tanpa ‘gangguan’ dan hanya menunjuk konten relevan.

Situs ini membuat pengguna bisa menandai ‘lonceng’ mereka hingga lima ‘minat’ seperti ‘Apple’ atau ‘arsitektur’ serta membuat orang bisa berlangganan update mengenai topik tertentu berdasarkan aliran ‘lonceng’ tag penulis yang ditambahkan pada tulisan mereka.

Seperti pada Twitter, pengguna saling berlangganan feed satu sama lain meski Chime.in juga menawarkan kendali tambahan atas apa yang muncul dalam ‘garis lonceng’ mereka.

Individu bisa memilih menerima update hanya berkaitan topik tertentu sehingga orang tak akan mendapat hal yang tak diinginkan. “Platform ini bukan hanya mengenai berita mendesak dan berhubungan dengan teman dan kerabat. Situs ini lebih menyelam ke dalam minat Anda,” kata Gross.

“Orang mulai menjauh dari pencarian web untuk bisa terhubung dengan orang lain dan mereka akan memberitahu saya apa yang perlu saya tahu,” lanjutnya. Ide ini memang sangat menarik namun eksekusi yang setidaknya pada versi beta situs ini masih butuh banyak perbaikan.

Chime.in mengklaim, algoritmanya akan ‘membawa konten berkualitas muncul’ dan memprioritaskan ‘lonceng’ terbaik meski mudah membayangkan penipu menemukan cara mempromosikan postingan berkualitas rendah, terutama dengan uang yang dipertaruhkan.

Aspek paling menarik mungkin bukan pada Chime.in melainkan situs seperti Facebook dan Twitter. Saat pengguna mendapat angin penawaran, akankah mereka tetap menggunakan situs jejaring sosial yang tak membagi ‘hasil curiannya’? Pertanyaan terbesar yang muncul setelah keberadaan Chime.in adalah, mengapa Facebook tak membayar saya?
More aboutMencari Rezeki di Situs Chime.in

Pengguna Facebook Kabur ke Twitter dan Google+

Posted by :campuran


Sean Parker, mantan Presiden Facebook yang saat ini menjadi investor di layanan streaming musik Spotify, memberikan komentar pedas pada jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg itu.

Parker mengatakan masalah terbesar yang dihadapi Facebook bukanlah soal privasi, melainkan banyak penggunanya yang paling aktif belakangan memilih "minggat" ke jejaring sosial lain seperti Twitter dan Google+.

"Penyebabnya adalah Facebook tidak memberikan banyak cara untuk mengelola limpahan informasi yang mereka miliki," ujar dia dalam Web 2.0 Summit, seperti dikutip Mashable yang dimuat Yahoo! News.

Seperti diberitakan sebelumnya, Facebook sempat dituduh "memata-matai" penggunanya. Bahkan setelah pengguna mengklik "logout", Facebook masih menyimpan jejak aktivitas pengguna tadi di sistemnya.

Hal itu dilakukan dengan mengoleksi cookie ketika pengguna mengakses halaman situs yang memiliki link dengan Facebook. Jejaring sosial ini kemudian membela diri dengan mengatakan langkah itu dilakukan untuk kenyamanan pengakses, dan cookie tersebut langsung dibuang dan tidak digunakan untuk kepentingan pengiklan.

Dalam pertemuan ini pria yang diperankan oleh Justn Timberlake dalam film Social Network itu juga mengklarifikasi debat lama mengenai apakah dia termasuk penemu atau hanya sebagai karyawan awal Napster. "Aku penemunya," ujar dia, sembari menjelaskan bahwa dirinya merupakan satu dari tiga orang yang ikut membentuk situs berbagi musik tersebut.
More aboutPengguna Facebook Kabur ke Twitter dan Google+

Pengguna Twitter Lebih Cerewet Daripada Facebook

Posted by :campuran


Localytics.com membuat kajian terbaru tentang keunikan pengguna jejaring sosial Facebook dan Twitter. Kesimpulannya, pengguna Twitter dinilai jauh lebih cerewet ketimbang pengguna Facebook.

Rata-rata pengguna Twitter membuat lalu lintas dunia maya lebih macet tiga kali ketimbang Facebook, meskipun jumlah pengguna Facebook enam kali lebih banyak ketimbang pengguna Twitter. Berdasarkan lalu lintas di dunia maya, Twitter menampilkan 50 peristiwa untuk tiap 1.000 pengguna. Adapun Facebook hanya 11 peristiwa untuk 1.000 pengguna.

Kalau rencana Apple yang mengimplementasikan Twitter dalam IOS 5 jadi, bisa dipastikan datanya jadi lebih menarik. Karena tentunya pengguna Twitter akan bertambah seiring dengan pembeli produk Apple ber-IOS 5.

Kajian localystic ini menggunakan data dari pengguna Android, iPhone, IPad, Blackberry dan Windows Phone 7. Loacalystic mengambil data dari pengguna 500 pengguna sosial media melalui telepon sepanjang Januari hingga Juli 2011. Survei ini dipublikasikan pada 13 Oktober 2011.

Hasil kajian secara umum menunjukkan hanya 20 persen dari 500 pengguna yang aktif menggunakan Facebook dan Twitter. Di antara 20 persen tersebut, ternyata 10 persennya menggunakan Facebook saja. Lalu 9 persen menggunakan Facebok dan Twitter. Sisanya 1 persen adalah pengguna Twitter saja.
More aboutPengguna Twitter Lebih Cerewet Daripada Facebook

Facebook Caplok Friend.ly

Posted by :campuran


Jejaring sosial Facebook mengakusisi layanan media sosial berbasis tanya jawab, Friend.ly.

Dalam keterangan resminya, Facebook menyatakan media sosial yang dibangun pada sebuah start up di Silicon Valley itu resmi dibeli pekan lalu. "Kami ingin layanan ini bisa dinikmati jutaan orang yang tergabung dalam Facebook," tulis Facebook seperti dilansir TechCrunch.

Setelah proses jual-beli selesai, tim Friend.ly akan membangun proyek baru dengan Facebook. Tetapi, seiring pengembangan proyek tersebut, Friend.ly tetap melayani penggunanya.

Dalam catatan penggunaannya, ternyata Friend.ly memiliki riwayat yang hampir sama seperti Facebook. Ketika diluncurkan pada April lalu, media sosial berbasis tanya-jawab ini mampu menarik jutaan pengguna.

Saat ini, total aset dan modal friend.ly sebanyak US$ 5 juta. Dana itu diperoleh dari para pemilik modal, yakni Lightspeed Ventures, Balderton Capital, SoftTechVC, dan lainnya.
More aboutFacebook Caplok Friend.ly

Trafik Google+ Turun, Facebook Melesat

Posted by :campuran


Google + yang dipersiapkan untuk menyaingi Facebook, dilaporkan mengalami penurunan 60 persen sejak dibuka untuk publik pada 20 September.

Sebelum dibuka untuk publik pada 20 September, Google melakukan upaya "invite" terbuka untuk menarik minat terhadap jejaring sosial baru tersebut.

Upaya itu pun sukses, terbukti saat dibuka kembali pada 20 September, Google + mengalami peningkatan drastis sebesar 1.200 persen peminat dalam satu hari, tapi tak bertahan lama, karena sejak itu pula turun menjadi 60 persen.

Dibandingkan dengan saingannya, tentu saja Google + jauh tertinggal. Saat ini Facebook memiliki lebih dari 800 juta pengguna aktif dan secara bertahap memperbarui tampilan halaman profil dan juga melakukan integrasi aplikasi yang lebih baik.

Perusahaan analisis web, Chitika, telah merilis sebuah laporan yang menyatakan beberapa sebab mengapa Google + bisa tertinggal dari Facebook.

"Mungkin jika Google dapat memperbaiki beberapa hal, seperti menawarkan inovasi pada jejaring sosial mereka, Google + bisa menjadi alternatif yang kompetitif untuk bersaing dengan Facebook sebagai rivalnya," demikian isi laporan dari Chitika.

Jika Google + tidak melakukan hal itu, menurut Chitika, tentu saja jejaring sosial tersebut bisa tertinggal jauh dari Facebook, mengingat reputasi Facebook dengan inovasinya yang cepat.
More aboutTrafik Google+ Turun, Facebook Melesat

Facebook Tunda Peluncuran Fitur Timeline

Posted by :campuran


Tersandung perkara pelanggaran merek dagang dengan Timeline.com, Facebook dikabarkan setuju menunda peluncuran format fitur Timeline terbarunya. Setelah diperkenalkan bulan lalu, fitur tersebut sedianya diluncurkan secara resmi awal bulan ini, dengan format baru dan beberapa pengembangan.

Sebelumnya, dilaporkan Timelines.com menggugat Facebook karena dinilai telah melanggar merek dagangnya atas penggunaan kata 'timeline' untuk fitur terbarunya yang diperkenalkan bulan lalu.

Hakim pengadilan Illinois Utara Edmond E. Chang yang menangani kasus ini untuk sementara menolak permintaan Timelines.com yang menginginkan agar Facebook membatalkan rencana peluncuran fitur Timeline.

Dilansir PC Mag, hakim hanya memerintahkan Facebook untuk membeberkan data per hari mengenai berapa banyak pengguna yang mendapat akses ke Timeline Facebook. Yaitu sekitar 1,1 juta pengguna hingga Jumat pekan lalu, dan kini bertambah 100.000 - 200.000 pengguna per hari. Semua pengguna, sejauh ini adalah para developer yang terdaftar untuk menggunakan fitur tersebut.

Selain perkara merek dagang, Timelines.com juga memberi catatan bahwa mereka memiliki Facebook Page. Perusahaan kecil itu menuding Facebook mengarahkan pencarian untuk kata 'Timeline' di Facebook dari Facebook Page mereka ke webpage Timeline milik Facebook. Facebook segera mengonfirmasikan bahwa pihaknya telah memperbaikinya.
More aboutFacebook Tunda Peluncuran Fitur Timeline

Nasib Tombol Dislike di Facebook Ditentukan

Posted by :campuran


Tombol Like pada jejaring sosial ini telah lama muncul dan tombol Dislike sejak dulu masih berupa wacana. Kini, nasib tombol itu telah ditentukan.

Blog All Facebook menyatakan, Facebook baru yang seharusnya memberi pengguna kemampuan mengekspresikan diri menggunakan kata kerja dan benda apa pun tak akan mengizinkan pengembang membuat aplikasi atau tombol ‘dislike’.

Pengguna Facebook saat ini memang bisa menggunakan tombol Like untuk status, foto dan aktivitas lainnya namun tidak untuk Dislike.

Saat di konferensi f8 lalu, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan, Facebook baru akan memberi serangkaian kebebasan pada pengguna namun kenyataan mengatakan sebaliknya.

Saat masuk ke halaman pengembang untuk membuat aplikasi, kata kerja dan benda apa pun bisa dimasukkan namun tidak untuk dislike. Kini, kata itu menjadi satu-satunya kata yang diblokir dari Open Graph Facebook.

Meski begitu, jejaring sosial ini masih membolehkan penggunaan kata ‘benci,’ ‘jijik,’ ‘menghina,’ ‘menolak,’ ‘tidak seperti,’ dan ‘muntah karena’.

More aboutNasib Tombol Dislike di Facebook Ditentukan

Waduw, Facebook Promosikan Budaya Perkosaan?

Posted by :campuran


Facebook telah dituduh mempromosikan perkosaan dan 'budaya perkosaan' oleh aktivis hak-hak perempuan Inggris dan Amerika.

Klaim itu muncul setelah situs jejaring sosial itu menolak untuk menghapus halaman yang menampilkan lelucon dan pengakuan nyata kekerasan seksual yang di posting oleh pengguna.

Halaman seperti 'You know she's playing hard to get when your [sic] chasing her down an alley' telah dituntut untuk dihapus dalam sebuah petisi yang ditandatangani oleh lebih dari 3.600 orang di Inggris dan 175.000 orang di Amerika Serikat.

Petisi berjudul 'minta Facebook menghapus halaman yang mempromosikan kekerasan seksual' didirikan pada situs AS Change.org.

Petisi itu berbunyi: "Ketentuan Facebook melarang konten yang menimbulkan kebencian, mengancam, atau mengandung gambar kekerasan atau serampangan.

"Selain itu, pengguna secara khusus dilarang mem-posting konten yang bertujuan untuk 'bully', mengintimidasi, atau melecehkan setiap user."

"Facebook perlu menjelaskan bahwa halaman yang mendorong atau membiarkan pemerkosaan seperti yang disebutkan merupakan pelanggaran standar yang ada."

Jane Osmond, yang berkampanye atas nama pemohon Inggris, mengatakan kepada The Guardian: "Ini adalah pidato kebencian, saya merasa sangat terganggu bahwa Facebook tampaknya tidak melihat hubungan antara halaman seperti ini dan budaya perkosaan yang ada di masyarakat kita."

Namun Facebook mengatakan bahwa situs mereka adalah tempat di mana orang bisa secara terbuka mendiskusikan masalah dan mengekspresikan pandangan mereka serta menolak untuk menghapus halaman itu.

"Pernyataan kebencian langsung terhadap komunitas tertentu melanggar pernyataan hak-hak dan tanggung jawab kami dan dihapus bila dilaporkan kepada kami."

"Namun, kelompok yang menyatakan pendapat atas sebuah negara, lembaga, atau suatu keyakinan bahkan jika pendapat itu keterlaluan atau menyinggung beberapa pihak tidak dengan sendirinya melanggar kebijakan kami."

Undang-Undang Kebencian di Inggris dan Wales menyatakan bahwa konten tidak ilegal kecuali menciptakan kebencian atas dasar ras, agama atau orientasi seksual.

Ms Osmond menambahkan bahwa meskipun ia memahami materi ofensif dapat di-posting di internet, ia merasa masyarakat perlu untuk merefleksikan apa yang menjadi tanggung jawabnya.
More aboutWaduw, Facebook Promosikan Budaya Perkosaan?

Zynga Hadirkan Enrique Iglesias di CityVille

Posted by :campuran


Pembuat game online populer Zynga kembali mendatangkan penyanyi pop ke dalam game mereka. Setelah sebelumnya rapper Dr. Dre dan Lady Gaga, kini giliran Enrique Iglesias yang akan hadir di CityVille.

Dengan kehadiran Iglesias dalam bentuk avatar, maka para pemain CityVille akan bisa berinteraksi dengan karakter penyanyi ini serta menyimak preview video musik terbaru penyanyi berdarah Spanyol tersebut. Namun baru pengguna CityVille di Facebook saja yang bisa menikmatinya, untuk pengguna CityVille di Google+ mereka masih harus menunggu.

Para pemain CityVille pun dimungkinkan untuk meng-unlock gedung bernama 'Euphoria Arena', terkait tur dan album terbaru Iglesias. Tak hanya mendatangkan Iglesias, Zynga juga akan menampilkan single baru rapper terkenal Pitbull.

CityVille adalah salah satu game keluaran Zynga yang terpopuler, mengalahkan The Sims Social. Game ini telah memiliki lebih dari 71 juta pengguna bulanan, sedang The Sims Social masih di bawahnya yakni 62 juta.

Zynga mulai merangkul para musisi sejak tahun 2010 dengan memungkinkan pemain meng-unlock virtual item milik Dr. Dre dan melakukan streaming video musiknya. Setelah Dr. Dre, penyanyi nyentrik Lady Gaga turut merilis lagu barunya di FarmVille.

Dilansir dari YahooNews, Zynga sendiri enggan berkomentar mengenai nilai finansial kesepakatannya dengan Enrique Iglesias, pun juga rencana kerja sama mereka dengan penyanyi lain.
More aboutZynga Hadirkan Enrique Iglesias di CityVille

Saingi Instragram, Flickr Luncurkan Layanan Berbagi Foto di Android

Posted by :campuran


Demam foto-foto melalui aplikasi Instagram di iPhone membuat Flickr berupaya menandingi kesuksesannya.

Baru-baru ini, Flickr yang dikenal sebagai situs penyedia layanan berbagi foto ini meluncurkan aplikasi Photo Sharing untuk ponsel Android. Inilah cara Flickr agar tidak tenggelam oleh kepopuleran instagram.

Mengutip laporan situs teknologi PC World, pengguna ponsel Android kini dapat mengunduh aplikasi Flickr Android di pasar aplikasi Android atau Android Market.

Seperti halnya Instagram, aplikasi Flickr Android memiliki sepuluh filter foto. Pengguna juga bisa melihat foto-foto yang di-geotag di Google map beserta komentar-komentar terkait melalui jejaring sosial Facebook, Twitter dan Tumblr.

Selain itu, Flickr juga menyediakan fitur baru yakni sesi foto, yang memungkinkan penggunanya menikmati tayangan slide foto bersama teman-teman di belahan dunia yang lain secara real-time

Flickr, yang dimiliki Yahoo, dinilai telah ketinggalan jauh dalam mengantisipasi revolusi berbagi foto lewat perangkat ponsel seperti iPhone.

Sementara Instagram hadir dengan filter foto yang funky dan terintegrasi ke Facebook dan Twitter. Aplikasi Instagram mampu menarik lebih dari 10 juta pengguna hanya dalam tempo setahun.
More aboutSaingi Instragram, Flickr Luncurkan Layanan Berbagi Foto di Android